Kegiatan

PRESS RELEASE

Wujudkan Ketangguhan Bangsa Dengan Hari Kesiapsiagaan

Administrator | Rabu, 03 Mei 2017 - 11:16:17 WIB | dibaca: 151 pembaca

Konfrensi Pers Dalam Rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana 2017

 


JAKARTA – “Upaya pengurangan risiko bencana melalui latihan kesiapsiagaan, mitigasi structural dan non structural harus diperhitungkan sebagai investasi untuk keberlanjutan usaha dan pembangunan. Berdasarkan hasil kajian risiko bencana yang disusun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), potensi jiwa terpapar multi ancaman kategori sedang – tinggi yang tersebar di 34 provinsi mencapai 254.154.398 jiwa. Selama tahun 2016, terdapat 2.342 kejadian bencana, dan 92% adalah banjir, longsor dan putting beliung. Arah dan gambaran tren bencana global kedepan pun cenderung akan meningkat Karen apengaruh beberapa faktor, seperti meningkatkanya jumlah penduduk, urbanisasi, degradasi lingkungan, kemiskinan, dan pengaruh iklim global. 

Kepala BNPB Willem Rampangile dalam simulasi kesiapsiagaan di Graha BNPB pada Rabu (26/04), mengatakan ‘terkait’ tren bencana kedepan terus meningkat, diantaranya 92% 92% adalah bencana hidrometereologi. Peningkatan bencana disebabkan oleh faktor alam dan antroogenik. Faktor alam meliputi dampak perubahan iklim global dimana frekuensi hujan ekstrim makin meningkat dan kerentanan lingkungan. 

Menurut hasil penelitian dan survey di Jepang,
Great Hansin Earthquake 1995, korban bencana yang dapat selamat dalam durasi ‘golden times’ disebabkan oleh ; kesiapsiagaan diri sendiri sebesar 34,9%, dukungan anggota keluarga sebesar 31,9% , dukungan teman/tetangga sebesar 28,1%, dukungan orang disekitarnya sebesar 2,60%, dukungan Tim SAR sebesar 1,70% dan lain-lain sebesar 0,90%. 

“Sangatlah jelas bahwa berdasarkan hasil kajian tersebut, maka individu dan masyarakat merupakan kunci utama yang perlu terus ditingkatkan. 

BNPB terus mendorong masyarakat untuk mampu mengelola ancaman dari bencana yang kepar /berpotensi terjadi dilingkungannya. Masyarakat wajib tahu dan paham apa yang dilakukan saat gempa bumi, kebakaran gedung, tsunami, banjir bandang, tanah longsor atau letusan gunung api terjadi di lokasi mereka berada. BNPB mencanangkan Hari Kesiapsiagaan Bencana dengan mengajak semua pihak meluangkan satu hari untuk melakukan latihan kesiapsiagaan bencana secera serentak pada tanggal 26 April. BNPB menjadikan 26 April sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana bertujuan untuk membudayakan latihan secara terpadu, terencana dan berkesinambungan guna meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menuju Indonesia Tangguh Bencana. 

Adapun pilihan tanggal 26 April, sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana sebagaimana di sampaikan oleh Kepala badan Nasional Penanggulangan Bencana, H.E Willem Rampangile pada acara sosialisasi persiapan pencanganan Hari Kesiapsiagaan Bencana di Graha BNPB, Jumat (17/03), dilatarbelakangi 10 tahun ditetapkannya Undang-Undang No.24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang jatuh pada 26 April 2017. 

Selain itu tanggal 26 April ini sekeligus peluncuran
Multi Hazard Early Warning System (MHEWS), Indonesia All Warning, Analysis and Risk Evaluation (InAWARE) dan Indonesia Scenario Assessment for Eemergencies (Inasafe). 

MHEWS merupakan system informasi prediksi potensi bencana hidrometereologi yang merupakan kombinasi dari prediksi cuaca resolusi dan ketepan tinggi dengan indeks bencana inaRisk. Sistem informasi ini diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengantisipasi bencana hidrometereologi yang dapat menimbulkan kerugian di Indonesia. BNPB bekerjasama dengan badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT0, Badan Metereologi, Klimataologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Penelitian Sumber Daya Air (PUSAIR)-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasionl (LAPAN) dan Intitut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan system informasi Dinamis Kebencanaan Hidrometereologi. 

Sistem ini dapat diakses melalui situs mhews.bnpb.go.id, yang merupakan suatu aplikasi system berbasis website yang menginformasikan kebencanaan hidrometereologi di Indonesia. Fitur utama dalam system ini adalah prediksi bencana maupun peringatan difokuskan pada bencana banjir dan longsor. Sistem informasi ini mempunyai fitur pelengkap yang dapat digunakan untuk keperluan analisis diantaranya prediksi cuaca dab prediksi parameter fisis soeanografi. 

InAWARE secara khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan – kebutuhan komunitas pekerja kemanusaiaan dan pengelolaan bencana melalui peningkatan alat-alat bantu dan fungsi-fungsi pendukung dalam pengambilan keputusan. InAWARE dapat mengatasi berbagai tantangan tersebut serta hambatan-hambatan lain, dengan sebuah fplatform dasar yang dapat dioperasikan dengan saling bertukar data dengan system lain. 

Platform ini juga dapat disesuaikan untuk mendukung keamanan data, dan turut memperhitungkan metodologi-metodologi dan teknologi-teknologi perolehan data, pengembangan model ancaman, evaluasi risiko dan kerentanan, pemetaan, visualisasi dan model komunikasi yang dianggap sebagai praktik-praktik terbaik di dunia internasional. InAWARE secara berkesinambungan memantau asupan informasi dari badan-bdan metereologi dan geologis di seluruh dunia, untuk menjamin pelaporan potensi ancaman secara langsung dan akurat. 

Para pengambil keputusan menerima tanda siaga peringatan dini yang dikirimkan melalui surat elektronik/email atau perangkat komunikasi seluler/nirkabel mereka berdasarkan data Insiden terbaru. Data ancaman kemudian dimasukan ke dalam konteks yang sesuai bagi penerima informasi dalam bentuk informasi geopasial yang mudah digunakan namun mutakhir. Para ahli dapat secara langsung berkolaborasi, bertukar analisis dan laporan situasional melalui sebuah proses sederhana, yang didukung (bila memungkinkan) oleh aplikasi interface mobile (penghubung beberapa aplikasi), sheingga memperkaya basis pengetahuan bagi seluruh pihak terkait. InAWARE dapat diakses melalui
http://inaware.bnpb.go.id/inaware  

InaSAFE pertama kali digagas dan dikembangkan oleh Bdan Nsional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (Departement of Foreign Affairs and Trade) – Australia Aid, melalui Australia – Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR) dan Bank Dunia – Global Facility for Disaster Reduction and Recovery (World Bank – GFDRR). Indonesia Scenario Assesment for Emergencies (InaSAFE) merupakan proyek software bebas terbuka atau Free and Open Source Software (FOSS) sehingga dipublikasikan dengan lisensi GPL V3. Siapapun dapat mengunduh, membagikan, dan memodifikasi perangkat lunak ini. 

InaSAFE
dimulai dengan tujuan untuk menyediakan alat bagi para manager penanggulangan bencana yang ingin mempelajari potensi dampak dari suatu bencana. Awal mula fokus kegiatan ini adalah di Indonesia – negara yang rentan terhadap berbagai bencana seperti banjir, tsunami, gunung berapi, gempa bumi, dan juga bencana local seperti lingsor, kebakaran hutan dsb. InaSAFE saat ini sudah diadopsi ke berbagai negara – tidak hanya spesifik Indonesia saja. Tujuan utama dari InaSAFE adalah untuk memfasilitasi dan membantu perencanaan yang lebih baik dalam menghadapi bencana – slogan kami yaitu ‘better planning save lives” (perencanaan yang baik menyelaamatkan banyak nyawa). InaSAFE dapat diakses pada : http://inasafe.org  

Kendala dan tantangan yang pada umumnya dihadapi dalam rengka meningkatkan kesiapsiagaan antara lain : (1) kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap karakteristik bencana dan risikonya, (2) kurangnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman yang ada di sekitarnya, dan (3) belum adanya pelatihan secara terpadu dan periodeik karena kewaspadaan dan kesiapsiagaan belum menjadi kebiasaan rutin yang menjadi budaya. Oleh karenanya, edukasi untuk meningkatkan pemahaman risiko bencana akan dikemas dalam kegiatan “Latihan Kesiapsiagaan Bencana Nasional” dalam rangka hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional dengan tema membangun kesadaran dan kewaspadaan menghadapi bencana, dengan tagline #SiapUntukSelamat, merupakan pesan utama bersama yang akan diusung dalam proses penyadaran ke depan. 

Hal yang paling mendasar hendak kita sasar adalah
“Blueprint Pembangunan Manusia”, itu sendiri dalam menghadapi bencana. Kemampuan mengenal risiko, mampu mengelola ancaman, dan mempunyai kemampuan daya lenting. Kapasitas ‘sof skill wares’ inilah yang harus terus menerus kita sampaikan dan tingkatkan kepada masyarakat. Di samping itu juga tentunya penting dukungan mitigasi bencana yang secara fisik dilakukan oleh fungsi kementrian/lembaga yang berwenang terkait. 

Kegiatan latihan evakuasi mandiri di seluruh Indonesia akan dilaksanakan secara serentak di sejumlah lokasi antara lain sebagai berikut ; Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan, Madrasah di lingkungan Kanwil Agama, Pom Bensin Pertamina, Lingkungan PT PAM, Bandara Udara, Kantor pemerintah daerah, jajaran TNI/POLRI, Hotel, Kantor Perbankan, Pusat Perbelanjaan Modern (Mall), APartemen, Kondominium, Rusunawa, Perumahan yang di kelola pengembang dan Kawasan Pemukiman Penduduk. 

Kegiatan utama pada Hari Kesiapsiagaan Bencana adalah dilaksanakannya latihan atau simulasi serentak di seluruh Indonesia, seperti evakuasi mandiri, simulasi kebencanaan, uji sirine peringatan dini, dan uji shelter. Harapan dari latihan ini untuk memberikan pengetahuan kepada kita mengenai di mana posisi kita, serta risiko apa yang ada disekitar kita, lalu apa solusinya dalam merespon risiko bencana tersebut. 


Sumber : 
Dr. Sutopo Purwo Nugroho, M.Si, APU  
Kepala Pusat data Informasi dan Humas  
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  
HP.0812 1885 3708










Komentar Via Website : 16
QNC JELLY GAMAT
10 Mei 2017 - 15:42:09 WIB
Cara Ampuh Menyembuhkan Beser (Sering Kencing) Secara Alami
12 Mei 2017 - 11:00:08 WIB
Sungguh artikel ini sangat menarik dan bagus, semoga bermanfaat bagi kita semua . aminn
https://goo.gl/jMeKXT
Cara Ampuh Menyembuhkan Dermatitis Secara Alami
13 Mei 2017 - 11:23:17 WIB
Artikel yang sangat bagus, semoga sukses
https://goo.gl/oenoqz
Pengobatan Alternatif Sinusitis Tanpa Operasi
13 Mei 2017 - 15:50:41 WIB
informasi yang sangat menarik, dan semoga sukses
https://goo.gl/nW7Sij
cara efektif mengatasi penyakit kulit sampai tuntas
20 Mei 2017 - 15:06:09 WIB
sangat bagus artikelnya :)
Mengobati luka akibat tersiram air panas
29 Mei 2017 - 13:16:10 WIB
Semoga semakin tangguh bangsa ini.
https://goo.gl/g01yDG
AwalKembali 12 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)